Mengenal Multimeter
Tak
dapat disangkal lagi akan kegunaan alat ukur universal ini, yang
merupakan pendamping setia bagi pengutik elektronika dan para perancang
elektronika. Sehingga alat ukur ini harus selalu ada pada meja praktek.
Sesuai dengan namanya multimeter (atau
multitester), alat ini dapat di pakai untuk berbagai pengukuran
besaran-besaran listrik, seperti resistansi, tegangan, kuat arus,
kapasitas, induktansi, penguatan transistor (hFE), perbandingan daya
(dB) juga dapat di pakai untuk menguji (mengetahui baik atau rusak serta
polaritas /elektroda) suatu komponenelektronika, seperti
resistor,diode, transistor, SCR dan kondensator.
Walaupun multimeter merupakan alat
ukur universal, namun tidak semua pengutik elektronika sudah
memanfaatkan multimeter secara maksimal, karena kurangnya penjelasan
yang diperoleh tentang alat ukur ini, terutama sekali bagi parapemula.
Artikel ini diharapkan dapat membantu memanfaatkan multimeter pada meja
kerja semaksimal mungkin dan mencegah multimeter anda dari kerusakan .
Bagi pemula yang belum memiliki multimeter, dan bermaksud akan
memilikinya, sebelum anda memutuskan untuk membeli, saran-saran berikut
ini dapat dijadikan panduan.
Multimeter Kumparan Putar
Pada artikel ini pembahasan kami
batasihanya pada alat Ukur/multimeter yang menerapkan kumparan
putar, Karena alat ukur inilah yang banyak dipakai. Adapun entang
multimeter digital akan kami uraikan pada artikel selanjutnya.
Bangunan sebuah multimeter diperlihatkan pada gambar diatas. Multimeter memiliki bagian-bagian sebagai berikut :
1. Papan skala, untuk
pembacaan hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala
resistansi (ohm),tegangan (DCV dan ACV), kuat arus (DCmA) dan
skala-skala lainnya.
2. Saklar
jangkah, untuk memilih jangkah pengukuran, dimana terdapat jangkah untuk
pengukuran resistansi (Ohm), tegangan searah (DCV), tegangan
bolak-balik (ACV) dan kuat arus searah (DCmA). Pada alat ukur yang
lengkap terdapat jangkah untuk pengukurankapasitas, hfe transistor dan
suhu (temperature).
3. Sekrup
pengatur nol, untuk menera jarum alat ukur agar jarum menunjuk tepat
pada skala nol (sebelah kiri papan skala) sebelum alat ukur digunakan.
4. Tombol pengatur nol, untuk menera jarum alat ukur, sewaktu alat ukur akan dipakai untuk mengukur nilai resistansi.
5. Lubang kabel
penyidik, tempat untuk menghubungkan alat ukur dengan kabel penyidik,
di tandai dengan + dan -. Pada alat ukur yang lebih lengkap, ada lubang
untuk pengukuran hfe transistor, ditandai dengan huruf B-C-E, dan
lubang-lubang lainnya.
6. Kabel penyidik,
untuk menghubungkan alat ukur dengan titik yang diukur. Pada alat ukur
yang lebih lengkap terdapat juga tombol-tombol lain, seperti tombol
polaritas, tombol PNP/NPN (untuk pengujian transistor), dan
tombol-tombol lainnya.
Petunjuk-petunjuk Umum Menggunakan Multimeter
Sebelum anda menggunakan alat ukur
untuk yang pertama kali, terlebih dulu bacalah baik-baik buku petunjuk
yang disertakan pada multimeter anda, karena mungkin ada
keistimewaan-keistimewaan yang terdapat pada multimeter anda, dan
tercegahlah multimeter anda dari kerusakan karena salah pakai.
Petunjuk-petunjuk yang diberikan berikut ini berlaku umum untuk semua jenis multimeter yang menerapkan kumparan putar.
1. Sebuah
multimeter selalu dilengkapi dengan dua buah kabel penyidik
masing-masing berwarna hitam dan merah. Ujung kabel penyidik warna merah
(ujung yang pendek) masukan pada lubang yang bertanda + dari alatukur,
sedang ujung kabel penyidik warna hitam masukan pada lubang bertanda –
atau COMMON.
2. Letakan
posisi saklar jangkah pada posisi yang benar, sesuai dengan besaran
yang akan di ukur. Kalau anda akan mengukur resistansi, letakan saklar
jangkah pada posisi DCV (atau ACV). Kalau anda akan mengukur kuat arus
searah, letakan saklar jangkah pada posisi DCmA, dan sebagainya.
Biasakan memilih saklar jangkah pada posisi tertinggi, terlebih-lebih
jika hendak mengukur tegangan atau kuat arus, kecuali kalau harganya
atau nilainya dari besaran yang akan diukur sudah dapat diperkirakan.
3. Perhatikan
jarum alat ukur apakah tepat menunjuk skala nol (di tepi kiri papan
skala)? Kalau tidak anda perlu ‘menera’ kembali alat ukur anda. Caranya
adalah dengan menstel ‘sekrup pengatur nol’dengan menggunakan obeng -,
perlahan-lahan sampai jarum tepat menunjuk skala nol. Hati-hati
menstelnya, karena penstelan yang kasar dapat merusakan alat ukur
(kumparan putar dapat putus).
4. Jika
alat ukur anda, mau dipakai untuk mengukur besarnya resistansi, maka
alat ukur perlu ditera ulang (khusus untuk pengukuran resistansi). Dalam
hal ini saklar jangkah anda taruh pada posisi ohm pada jangkah yang
sesuai dengan besar resistansi yang hendak diukur. Hubungkan ujung kabel
penyidik merah (+) dengan ujung kabel penyidik hitam(-), maka jarum
alat ukur akan bergerak kekanan (jarum bergerak karena didalam alat
ukur ada baterai), kemudian putar-putarlah ‘tombol pengatur nol’
sampai jarum alat ukur menunjuk tepat angka nol pada skala ohm (angka
nol untuk skala ohm terdapat di sebelah kanan papan skala). Setelah
jarum menunjuk angka nol, lepaskan kembali ujung kabel penyidik merah
dengan ujung kabel penyidik hitam, dan sekarang alat ukur siap untuk
dipakai mengukur nilai resistansi.
5. Sewaktu
akan melakukan pengukuran, perhatian anda jangan tertuju kepada
titik/alat yang akan diukur, melainkan tertuju pada alat ukur. Apakah
anda tidak keliru memilih posisi saklar jangkah? (pemilihan
saklar jangkah yang keliru mungkin dapat merusakan alat ukur). Apakah
jarum alat ukur menyimpang kekiri dan keluar dari papan skala? Jika
jarum menyimpang ke kiri atau menyimpang jauh kekanan melewati
papan skala, cepat-cepatlah kabel penyidik dilepskan, untuk menghindari
kerusakan pada alat ukur. Jarum yang menyimpang kekiri disebabkan karena
polaritas terbalik, sedangkan jarum yang menyimpang jauh
kekanan, disebabkan pemilihan saklar jangkah yang terlalu rendah.
6. Pilihlah
saklar jangkah yang menyebabkan jarum alat ukur dapat meyimpang di
tengah-tengah papan skala (jangan sampai keluar dari papan skala).
Penunjukan jarum disebelah kiri papan skala pembacaannya
agak susah.
7. Sewaktu
anda melakukan pengukuran, janganlah tangan-tangan anda menyentuh kedua
ujung kabel penyidik, karena badan anda juga mempunyai resistansi, dan
resistansi ini ikut terukur, sehingga hasil ukur yang anda peroleh akan
kurang cermat (juga untuk keamanan, kalau-kalau titik yang sedang diukur
terdapat tegangan tinggi).
8. Untuk
mendapatkan hasil ukur yang secermat mungkin, sikap kita dalam
pembacaan penunjukan jarum alat ukur harus tegak lurus pada papan skala.
Pembacaan jarum alat ukur dari samping papan skala akan menyebabkan
‘salah baca’, kesalahan ini disebut kesalahan parallax. Dalam beberapa
alat ukur, dilengkapi ‘kaca pias’ pada papan skalanya. Untuk ini bacalah
penunjukan jarum alat ukur tepat tegak lurus didepan papan skala
sehingga menyebabkan ‘bayangan jarum alatukur’ tertutup oleh jarum
alat ukur itu sendiri.
9. Setelah anda melakukan pengukuran , letakan posisi saklar jangkah pada posisi volt tinggi (dapat DCV atau ACV), atau jika multimeter anda dilengkapi dengan posisi jangkah OFF, letakan saklar jangkah pada posisi OFF. Hal ini untuk mencegah keusakan alat ukur karena kelalaian anda. Misalnya anda selesai mengukur resistansi, dan multimeter anda tinggal begitu saja (dengan kedudukan saklar jangkah masih pada posisi ohm), kemudian teman anda (atau anda sendiri) mau menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan, tanpa memindahkan saklar jangkah, kabel penyidik langsung dihubungkan dengan titik yang akan diukur teganganya. Lalu apa yang terjadi? Kemungkinan multimeter anda langsung rusak.
MENGENAL KOMPONEN
Resistor
Dinyatakan dengan huruf R. Nilai-nilainya dinyatakan dengan cincin-cincin berwarna. Kode warnanya adalah sebagai berikut.

Contoh :
Coklat-merah-coklat-emas : 120 ohm 5%
Kuning-ungu-jingga-emas : 47 Kohm 5%
Coklat-hijau-hijau-emas : 1.500.000 = 1,5 M ohm 5% (disingkat 1M5)
Potensiometer
Adalah
resistor khusus dengan kontak geser yang dapat diatur/disetel. Dengan
kontak geser ini maka kita dapat memilih nilai resistansi tertentu yang
terdapat pada suatu percabangan. Terdapat resistor variable yang dapat
diatur dengan obeng disebut trimpot, dan resistor variable yang dapat
disetel langsung pada porosnya disebut potensiometer.Kondensator

Merupakan tempat penyimpanan muatan
listrik dalam ukuran keci. Kondensator meneruskan tegangan bolak-balik
tetapi tidak meneruskan tegangan rata sehingga kondensator juga
dipergunakan untuk memindahkan/mentransportasikan tegangan bolak-balik.
Mengenai jumlah muatan yang
dapat ditampungnya, atau kapasitasnya, diukur dalam satuan farad (f).
Nilai dari kondensator-kondensator yang biasa (kondensator keramik dan
foil) besarnya antara 1 pF dan 1 uF, jadi antara.1
s/d 1.000.000.000.000.
Pada kondensator, nilainya sering
dicantumkan menurut cara artikel ini. Contoh : 1n5 = 1,5 nF; 0,03 uF
=30nF; 100P (atau n100 atau n1)= 100pF. Kecuali kapasitas maka masalah
tegangan juga penting. Untuk hal itu setidak-tidaknya besarnya 20% di
atas tegangan pengadaan.
Kondensator Elektroli

Kondensator elektrolit (elko) memiliki
kapasitas yang sangat tinggi (secara garis besarnya antara 1 u dan
10.000 uF). Kondensator elektrolit ini mempunyai polaritas tertentu
sehingga penyambungan positif dan negatifnya tidak boleh bertukar. Pada
elko tantalum (tipe elko yang sangat kecil) maka bagian positifnya
selalu kawat terpanjang dari dua kawat penyambungannya. Harga elko
sangat ditentukan oleh nilai kondensator dan tegangannya.
Dioda
Merupakan bentuk yang paling sederhana
dari semikonduktor (setengah penghantar listrik). Dioda menghantarkan
arus listrik hanya dalam satu arah. Jika dibalik, maka diode akan
menyumbat arus.

Pada
arah penghantar antara titik-titik sambungan dari dioda-silikon akan
terjadi tegangan sekitar 0,6 Volt (tagangan ambang). Ujung-ujungnya
disebut katoda (bersimbol garis lurus) dan anoda. Seringkali katoda
dalam rumah diode diberi tanda berupa cincin berwarna, suatu titik atau
takikan.
Bila
tanda penyambungan tidak diketahui, maka diode ini dapat diuji dengan
bantuan sebuah lampu kecil dan baterai. Lampu kecil itu hanya akan
menyala bila dioda itu telah terpasang menurut arah seperti yang telah digambarkan.
Data teknis yang terpenting dari suatu
dioda adalah tegangan penyumbat dan arus maksimum menurut arah
penghantar. Pada tulisan ini terutama digunakan dua tipe : IN4148
(tegangan penyumbat 75 volt, arus hantar 200 mA). IN4001 (tegangan
penyumbat 50 volt, arus hantar 1A).
LED

LED (Light Emitting Diodes) adalah
diode yang ditempatkan dalam suatu wadah yang tembus pandang, yang akan
menyala bila dialiri dengan arus listrik. Tegangan yang melalui dioda
ini besarnya bukanlah 0,6 volt, tetapi antara 1,6 volt dan 2,4 volt yang
ditentukan oleh tipe-tipenya. Arus yang dibutuhkan adalah sebesar 15
sampai 25 mA. Katoda (simbolnya garis lurus) dapat dikenali karena
kakinya yang pendek.
TRANSISTOR

Adalah semikonduktor seperti halnya
diode dan LED. Transistor memiliki tiga titik penyambungan : basis,
emitor dan kolektor. Ada transistor NPN dan transistor PNP. Pada
transistor NPN maka emitornya selalu di tempatkan pada tegangan yang
lebih negative daripada kolektornya. Pada transistor tipe PNP maka apa
yang terjadi adalah justru hal yang sebaliknya.

Dalam rangkaian kita maka tipe BC547
(NPN) dan BC557 (PNP) merupakan tipe-tipe yang paling sering
dipergunakan. Kedua-duanya mempunyai titik sambungan yang sama. Pada
sebahagian besar rangkaian, maka disamping BC547 dan BC557 masih ada
tipe-tipe lain dengan sifat-sifat yang hamper sama :
NPN : BC548, BC549, BC107 (108, 109), BC237 (238, 239).PNP : BC558, BC559, BC177 (178, 179), BC251 (252, 253).
RANGKAIAN TERINTEGRASI

Yang seringkali disingkat dengan IC, pada saat ini terdiri dari berbagai variasi, sehingga yang dapat diuraikan secara umum menjadi sangat terbatas. Sebagian besar IC dirakit dalam rumah “DIL” (dual-in-line). Sering pula pena-pena itu terpasang agak berjauhan, sehingga pelu dibengkokan (hati-hati), agar IC ini dapat masuk dalam dudukanya (soket). Untuk mencegah kekeliruan maka pena 1 pada IC1 selalu diberi tanda dengan titik atau takikan.
Artikel Elektronika Lainnya :