BADAN SEGAR DENGAN
KEROKAN
Ketika
badan pegal, leher bagian belakang kaku, kepala pusing serasa mau
pecah, di tambah demam yang melanda, bisa jadi anda mulai terkena masuk
angin. Meski penyakit ini tidak serius, namun penanganan yang cepat bisa
mencegah kondisi tubuh semakin buruk. Salah satu cara mengobatinya
yaitu dengan “kerokan” (kerik). Dalam waktu beberapa menit setelah tubuh
dikerok biasanya gejala diatas akan segera membaik dan hilang.
Kerik
atau kerokan, merupakan suatu tradisi nenek moyang yang dilakukan untuk
mengobati masuk angin. Bila gejala masuk angin seperti badan demam, dan
kepala pusing, metode ini sangat ampuh untuk segera menanggulanginya.
Caranya mudah yaitu dengan menggosok tubuh di bagian punggung dan dada
mengikuti pola tulang rusuk, menggunakan alat bantu kerik seperti
kepingan logam, ditambah minyak kerik atau balsem.
Menurut
Prof.DR.Dr. Putu Gede Konthen, Sp.PD seorang penyakit dalam dari rumah
sakit Dokter Sutomo Surabaya menjelaskan, kerik atau kerokan sudah lama
diterima dan digunakan oleh masyarakat. Tujuanya adalah untuk
menghilangkan beberapa jenis penyakit seperti, demam, badan pegal,
kepala pusing dan influenza. Masyarakat tradisional seperti di daerah
masih sering menggunakan terapi ini. Masih menurut Prof.Konthen, jika
seseorang telah dikerik maka bekas kerokannya bisa mencapai leher,
hingga terlihat jelas berwarna kemerahan di kulitnya.
Tidak di kenal dalam dunia medis
Dari
sisi medis menurut Prof.Konthen, cara kerokan tidak dikenal. Oleh
karena itu para dokter juga secara umum tidak menganjurkan terapi ini
dilakukan. Namun disisilain, mereka juga tidak bisa melarang
berkembangnya kerokan, karena masyarakat sudah terlebih dahulu
menggunakan dan menerima metode tersebut. Menurut ahli penyakit dalam
yang juga salah satu tokoh SP3T jawa timur ini, secara logis kerokan
berfungsi untuk membuang racun yang berupa gas CO2 ke luar tubuh melalui
pori-pori kulit. Jika racun tersebut tidak terbuang maka, metabolism
tubuh menjadi tertanggu. Timbulnya hiperemis (kulit yang memerah akibat
dikerok) secara alamiah akan hilang dalam waktu sekitar 3 hari. Oleh
karena itu kerokan cenderung bersifat analgesik (mengurangi sakit)
akibat banyaknya racun dalam bentuk gas yang ada dalam tubuh. Masyarakat
awam mengenal gejala tersebut dengan istilah masuk angin.
Biasanya
dalam kerikan yang dilakukan di bagian punggung dan sekitar dada,
disertai pemberian minyak atau balsam untuk mengurangi luka gesekan dan
juga menambah panas tubuh. Jika masuk angin yang di alami cukup parah
biasanya bekas luka kerokan akan menyebabkan warna merah kehitaman yang
sangat jelas. Namun jika belum terlalu parah maka, warna yang disebabkan
tidak terlalu merah di bagian kulit yang dikerik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kerokan yaitu :
1. Sebaiknya tidak dilakukan sambil berbaring, karena bisa mengganggu
pernafasan.
2. Setelah kerokan jangan mandi dulu.
3. Hindari terkena angin
4. Pakai baju yang hangat.
5. Minum atau makan-makanan yang hangat untuk memacu keluarnya keringat.
Sedangkan
alat yang baik untuk kerokan yaitu sebaiknya logam yang memiliki
penyekat plastic, dengan tujuan untuk menghentikan arus energy negatif
dari orang yang dikerok kepada yang mengerok.
Baca Artikel lainnya :
Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Obat
Arti Warna Warni pada Buah & Sayuran
Gambar-gambar Tanaman Obat
Jamur dan Manfaatnya
Manfaat Air Putih
Badan Segar Dengan KerokanArti Warna Warni pada Buah & Sayuran
Gambar-gambar Tanaman Obat
Jamur dan Manfaatnya
Manfaat Air Putih
Rempah Berkhasiat Obat
Antibiotik Alamiah
Obat-Obat Tradisional Untuk si Kecil
Beberapa Jenis Penyakit Yang Sangat Umum
Manfaat Madu
Terapi Buah dan Sayuran Untuk Kesuburan
Mencegah Kanker
Kanker Serviks